Minggu, 25 September 2011

Pupuk

Pupuk adalah bahan organik/anoragnik, alami/sintesis yang memberikan satu atau lebih unsur kimia yang dibutuhkan tanaman.

Menurut beberapa sumber lainnya, beberapa pengertian pupuk yaitu

Thomson (1975) : Sumber hara tanaman yang ditambahkan kedalam tanah untuk meningkatkan kesuburan tanah

UU No. 12/1992 : Bahan kimia atau organisme yang berperan dalam menyediakan unsur hara bagi tanaman langsung / tidak langsung

PP No. 8/2001 : Pupuk anorganik adalah pupuk hasil proses rekayasa kimia, fisik, biologis dan merupakan hasil industry atau pabrik

Klasifikasi Pupuk

· Berdasarkan asal

1. Pupuk Alam : Pupuk yang terdapat di alam atau dibuat dengan bahan alam tanpa proses yang berarti. Contoh : Pupuk kandang, kompos

2. Pupuk Buatan : Pupuk yang dibuat di pabrik. Contoh : Urea, NPK, TSP, dll

· Berdasarkan Kelarutan

1. Larut dalam air (+)

Pupuk N è Urea 45% N (+), ZA 20% N (+)

Pupuk K è KCl 60% K2O (+), ZK 50% K2O (+)

Pupuk P è DS 36% P2O5 (+), TSP 45%P2O5 (+)

2. Larut dalam asam citrat (=)

FMP (Fused Magnesium Phospate) & Phospate alam (=)

3. Larut dalam asam keras (x)

HCl 25% (x)

· Berdasarkan Kandungan Unsur Hara

1. Pupuk Tunggal : Hanya mengandung satu unsur hara

Urea à N

KCl à K

TSP à P

2. Pupuk Majemuk : Mengadung lebih dari dua unsur hara

DAP à Mengandung N & P

Mutiara 16:16:16 à Mengandung N, P dan K

Pupuk Anorganik & Organik

Pupuk Anorganik

Kelebihan :

1. Memberikan unsur hara yang cepat tersedia

2. Lebih mudah menentukan jumlah pupuk sesuai dengan kebutuhan

3. Dapat diberikan pada saat yang tepat

4. Kandungan unsur hara tinggi

5. Pengankutan murah, mudah dan ekonomis

Kekurangan

1. Jika berlebihan, lingkungan akan terganggu

Pupuk Organik

Kelebihan :

1. Memperbaiki sifat fisik (tekstur) tanah

2. Meningkatkan kandungan bahan organik

3. Menahan air lebih lama

4. Meningkatkan aktivitas biologi tanah

5. Meningkatkan KTK (Kapasitas Tukar Tanah)

6. Mengurangi fiksasii Al dan Fe

Kekurangan :

1. Kandungan hara rendah

2. Relatif sulit diperoleh dalam jumlah banyak

3. Tidak dapat diaplikasikan langsung ke dalam tanah tetapi harus di dekomposisi terlebih dahulu

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Enterprise Project Management