Senin, 09 April 2012

Pemberian Tandan Kosong Kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.)


PENDAHULUAN
Latar Belakang
            Dalam perekonomian Indonesia komoditas kelapa sawit memegang peranan yang cukup strategis karena komoditas ini punya prospek yang cerah sebagai sumber devisa. Di samping itu, minyak sawit merupakan bahan baku utama minyak goreng yang banyak dipakai di seluruh dunia, sehingga secara terus menerus mampu menjaga stabilitas harga minyak sawit. Komoditas ini pun mampu pula menciptakan kesempatan kerja yang luas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat (Risza, 2010).
Kelapa sawit (Elaeis guinensis Jacq.) sangat penting artinya bagi Indonesia. Selama kurun waktu 20 tahun terakhir kelapa sawit menjadi komoditas andalan ekspor dan komoditas yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan dan harkat petani pekebun serta para transmigran di Indonesia (Pardamean, 2008).
            Tanaman kelapa sawit dimasukkan pertama kali ke Indonesia oleh bangsa Belanda dengan bibit yang berasal dari Bourbon (Rheunion) atau mauritius sebanyak dua batang dan dari Amsterdam juga dua batang. Bibit tersebut ditanam di Kebun Raya Bogor untuk dijadikan tanaman koleksi pada tahun 1848. Satu dari keempat tanaman tersebut saat ini masih hidup di Kebun Raya Bogor yang tinggi pokoknya telah mencapai lebih dari 20 m. Tanaman kelapa sawit di Kebun Raya Bogor ini dianggap sebagai nenek moyang tanaman kelapa sawit di Asia Tenggara (Setyamidjaja, 2006).
            Kelapa sawit yang dibudidayakan terdiri dari dua jenis, yaitu Elaesis guineensis dan Elaesis deiferia. Jenis pertama adalah yang pertama kali dan terluas dibudidayakan orang. Elaesis deiferia sekarang mulai dibudidayakan pula untuk menambah keanekaragaman sumber daya genetik. Penangkar sering kali melihat tipe kelapa sawit berdasarkan ketebalan cangkang, yang terdiri atas dura, psifera, dan tenera (Sianturi, 1991).
            Menurut perkiraan, kurang lebih 90% dari produksi minyak dunia dipergunakan sebagai bahan pangan. Minyak sawit digunakan sebagai priduk pangan dari minyak sawit dan minyak inti yang mengalami proses fraksinasi, vaksinasi, dan hidrogenase. Keunggulan minyak sawit sebagai bahan pangan adalah  sebagai anti kangker dan tekoferon sebagai sumber vitamin E, yang termasuk zat anti oksidan. Keunggulan lainnya kandungan asam linoleat rendah sehingga minyak goreng yang terbuat dari buah sawit memiliki kemantapan (Setyohadi, 2010).
            Tandan buah sawit kosong (tandan kosong) dapat digunakan sebagai pupuk organic yang langsung dikembalikan ke lapangan (kebun). Bias juga diproses terlebih dahulu menjadi pupuk orgaik melalui pengomposan (proses fermentasi) menggunakan mikroba (Sunarko, 2007).
Tujuan Penulisan
            Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian TKKS (Tandan Kosong Kelapa Sawit) terhadap pertumbuhan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.)
Kegunaan Penulisan
Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti pra praktikal tes di Laboraturium Budidaya Tanaman Kelapa Sawit dan Karet Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan dan sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan.

TINJAUAN PUSTAKA
Botani Tanaman
            Menurut Sastrosayono (2005) klasifikasi tanaman kelapa sawit adalah sebagai berikut : Kingdom : Plantae, Divisi : Spermatophita, Subdivisi : Angiospermae, Kelas : Monocotyledoneae, Ordo : Palmales, Famili : Palmaceae, Genus : Elaeis, Spesies : Elaeis guineensis Jacq.
            Sebagai jenis tanaman palma, kelapa sawit tidak memiliki akar tunggang dan akar cabang. Akar yang keluar dari pangkal batang sangat besar jumlahnya dan terus bertambah banyak dengan bertambahnya umur tanaman. Sistem perakaran kelapa sawit terdiri dari akar primer, akar sekunder, akar tertier dan akar kuarter (Setyamidjaja, 2006).
Pada tahun pertama atau kedua pertumbuhan kelapa sawit, pertumbuhan membesar terlihat sekali pada bagian pangkal, dimana diameter batang bisa mencapai 60 cm. Setelah itu, batang akan mengecil, biasannya hanya berdiameter 40 cm, tetapi pertumbuhan tingginya menjadi lebih cepat. Batang diselimuti oleh pangkal pelepah daun tua sampai kira-kira umur 11-15 tahun. Setelah itu, bekas pelepah daun mulai rontok, biasamua mulai dari bagian tengah kemudian meluas ke atas dan ke bawah (Pahan, 2008).
Daun (follum) pertama yang keluar pada stadia bibit adalah terbentuk lanceolate, kemudian muncul bifurcate dan muncul bentuk painnate. Pada pangkal pelepah daun atau petiole adalah bagian daun yang mendukung atau tempat duduknya helaran daun (Ginting, 2009).
Umumnya bunga jantan dan bunga betina terdapat dalam dua tandan yang terpisah. Namun, adakalanya bunga jantan dan bunga betina terdapat dalam satu tandan yang sama. Bunga jantan selalu masak lebih dahulu daripada bunga betina. Karena itu penyerbukan sendiri antara bunga jantan dan bunga betina dalam satu tandan sangat jarang terjadi (Sastrosayono, 2005).
Berat satu buah yang matang tergantung juga pada tipe induknya. Pada tipe tertentu buahnya rata-rata 13 gram dan tipe lainnya ada yang mencapai 18-20 gram, bahkan ada yang mencapai 30 gram dengan panjang buah 5 cm          (Rizsa, 2010).
Biji merupakan bagian buah yang telah terpisah dari daging buah dan sering disebut noten atau nut yang memiliki berbagai ukuran tergantung tipe tanaman. Biji terdiri atas cangkang, embrio dan inti atau endosperm. Embrio panjangnya 3 mm berdiameter 1,2 mm berbentuk silindris seperti peluru dan memiliki  bagian utama (Fauzi, dkk, 2002).
Syarat Tumbuh
Iklim
            Tanaman kelapa sawit membutuhkan intensitas cahaya matahari yang cukup tinggi untuk melakukan fotosintesis, kecuali pada kondisi juvenile di pre-nursery. Dapat tumbuh dengan baik pada kisaran suhu 24-280 C. memerlukan curah hujan sekitar 2000 mm yang merata sepanjang tahun tanpa ada nya bulan kering yang nyata (Pahan, 2008).
            Tanaman kelapa sawit termasuk tanaman heliofil atau menyukai cahaya matahari. Penyinaran matahari sangat berpengaruh terhadap perkembangan buah kelapa sawit. Tanaman yang ternaungi karena jarak tanam yang sempit, pertumbuhannya akan terhambat karena hasil asimilasinya kurang   (Sastrosayono, 2005).
Tanah
            Kelapa sawit dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah seperti podsolik, latosol, hidromorfik kelabu (HK), regosol, andosol, organosol, dan alluvial. Sifat fisik tanah yang baik untuk tanaman kelapa sawit adalah solum tebal 80 cm, tekstur ringan, dikehendaki memiliki pasir 20-60%, debu 10-40%, liat 20-50%. Perkembangan struktur baik, konsistensi gembur sampai agak teguh dan permeabilitas sedang (Fauzi, dkk, 2002).
            Tanah yang baik bagi tanaman kelapa sawit sawit adalah tanah lempung berdebu, lempung liat berdebu, lempung berliat dan lempung liat berpasir. Kedalaman efektif adalah jika lebih dalam dari 100 cm. pH tanah yang optimal adalah pH 5-6 dan pH 3,5-4 pada lahan gambut (Simangunsong, 2011).
Media tanam yang digunakan seharusnya adalah tanah yang berkualitas baik, misalnya tanah bagian atas (topsoil) pada ketebalan 0-20 cm, dan berasal dari areal pembibitan di sekitarnya. Tanah yang digunakan harus memiliki struktur yang baik, tekstur remah dan gembur, tidak kedap air serta bebas kontaminasi (Krusantini, 2008).

PEMBERIAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.)
Pengertian Tandan Kosong Kelapa Sawit
TKKS (Tandan Kosong Kelapa Sawit) merupakan hasil sampingan dari pengolahan minyak kelapa sawit yang pemanfaatannya masih terbatas sebagai pupuk, bahan baku pembuatan matras dan media untuk pertumbuhan jamur dan tanaman (Iriani, 2009).
Tandan kosong kelapa sawit merupakan limbah terbesar yang dihasilkan oleh perkebunan kelapa sawit. Jumlah tandan kosong mencapai 30-35 % dari berat tandan buah segar setiap pemanenan. Namun hingga saat ini, pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit belum digunakan secara optimal        (Hambali, dkk, 2007).
            Di pabrik minyak kelapa sawit, tandan kosong kelapa sawit hanya dibakar dan sekarang telah dilarang karena adanya kekhawatiran pencemaran lingkungan, atau dibuang sehingga menimbulkan keluhan/masalah karena dapat menurunkan kemampuan menyerap air. Di samping itu, tandan kosong kelapa sawit yang membususk di tempat akan menarik kedatangan jenis kumbang tertentu yang berpotensi merusak pohon kelapa sawit hasil peremajaan di lahan sekitar tempat pembuangan (Roliadi dan Fatriasari, 2011).
Fungsi Tandan Kosong Kelapa Sawit
Sebagai alternatif untuk aplikasi langsung dari limbah tandan buah kosong untuk dicerna kebun, kompos organik juga dapat dihasilkan dengan menyemprotkan limbah dicerna ke tandan buah diparut kosong. Setelah proses dekomposisi, tandan buah kosong akan kehilangan setengah beratnya dan 80% dari volume tandan tersebut, namun kandungan gizi akan tetap sama. Alternatif ini memungkinkan transpirasi efisien dan penerapan kompos tandan buah kosong untuk perkebunan yang terletak jauh dari pabrik (Caryeyre dan Demirayak, 2009).
Pada saat ini, TKKS digunakan sebagai pupuk organik bagi pertanaman kelapa sawit secara langsung maupun tidak langsung. Pemanfaatan secara langsung ialah dengan menggunakan TKKS sebagai mulsa, sedangkan secara tidak langsung dengan mengomposkan terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai pupuk organik (Widiastuti dan Panji, 2010).
Aplikasi dan Kandungan Tandan Kosong Kelapa Sawit
            Penempatan tandan kosong di lapangan dilakukan dengan dua cara yaitu pemberian sebagai mulsa dan aplikasi dalam rorak. Pemberian sebagai mulsa dilakukan dengan menebar tankos pada gawangan mati dari jalur pokok sampai batas piringan. Aplikasi tandan kosong sangat efektif pada daerah-daerah dengan topografi bergelombang sampai berbukit. Tandan kosong dapat menahan laju kecepatan air dan butir-butir tanah yang hanyut pada proses aliran permukaan (Simangunsong, 2011).
Tandan kosong kelapa sawit mengandung serat yang tinggi. Kandungan utama tandan kosong kelapa sawit adalah selulosa dan lignin. Selulosa dalam tandan kosong kelapa sawit mencapai 54-60 %, sedangkan kandungan lignin mencapai 22-27 % (Hambali, dkk, 2007).

Tabel 1 Komposisi kimiawi tandan kosong kelapa sawit
Komponen
% Berat Kering
Abu
6,04
Lignin
15,70
Selulosa
36,81
Hemiselulosa
27,01
Sumber : Hambali, dkk, 2007
Gambar 1 struktur kimia asam lemak, gliserol, dan trigliserida. setiap karbon dalam rantai asam lemak membawa dua atom hidrogen, atau satu dalam hal ikatan ganda

Sumber : Corley dan Tinker, 2008

Kelebihan dan Kekurangan Tandan Kosong Kelapa Sawit
            Keunggulan kompos TKKS meliputi : kandungan kalium yang tinggi, tanpa penambahan starter dan bahan kimia, memperkaya unsur hara yang ada di dalam tanah, dan mampu memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi. Selain itu kompos TKKS memiliki beberapa sifat yang menguntungkan antara lain :          (1) Memperbaiki struktur tanah berlempung menjadi ringan; (2) Membantu kelarutan unsur-unsur hara yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman;             (3) Bersifat homogeny dan mengurangi risiko sebagai pembawa hama tanaman;      (4) Merupakan pupuk yang tidak mudah tercuci oleh air yang meresap ke dalam tanah; dan (5) Dapat diaplikasikan pada sembarang musim (Pasaribu, 2010).
            Biaya yang diperlukan untuk pengolahan kompos cukup mahal tergantung dari teknologi yang digunakan, biaya tenaga kerja, dan fasilitas yang diperlukan. HPP ( harga pokok produksi) kompos tandan kosong kelapa sawit yang diolah dengan menggunakan ActiComp kurang dari Rp. 100/kg. Rendahnya biaya ini antara lain disebabkan karena teknologi ActiComp tidak memerlukan penyiraman dan pembalikan selama proses pembuatan kompos. Peningkatan kualitas kompos tentu saja akan meningkatkan HPP kompos. Peningkatan ini juga tergantung pada teknologi, bahan-bahan, peralatan, dan tenaga kerja (Eagles, 2010).







KESIMPULAN
1.         Tandan Kosong Kelapa Sawit merupakan hasil sampingan dari pengolahan minyak kelapa sawit yang pemanfaatannya masih terbatas sebagai pupuk.
2.         TKKS digunakan sebagai pupuk organik bagi pertanaman kelapa sawit secara langsung maupun tidak langsung.
3.         Aplikasi tandan kosong sangat efektif pada daerah-daerah dengan topografi bergelombang sampai berbukit. Tandan kosong dapat menahan laju kecepatan air dan butir-butir tanah yang hanyut pada proses aliran permukaan.
4.         Keunggulannya yaitu dapat memperbaiki sifat tanah baik secara kimia, fisika dan biologi sedangkan kekurangannya yaitu investasi awal yang cukup besar.
5.         Penempatan tandan kosong di lapangan dilakukan dengan dua cara yaitu pemberian sebagai mulsa dan aplikasi dalam rorak.

Yang mau file nya silahkan klik link di bawah ini

2 komentar:

Haris Kurniawan mengatakan...

Apa-apa saja yang dibutuhkan dalam pemanfaatan hemiselulosa pada limbah tandan kosong kelapa sawit ?
Dan anggaran dana nya?

Anonim mengatakan...

Pak, daftar pustakanya kok gitu sih? Sedih bacanya:(

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Enterprise Project Management