Kamis, 23 Juni 2011

Handphone Juga Butuh Anti Virus

Ledakan pertumbuhan pada popularitas platform mobile Android tidak terlewatkan oleh para penjahat dunia maya. Setelah menganalisis sejumlah besar ancaman Teknologi Informasi (TI) pada kuartal pertama tahun 2011, para ahli Kaspersky Lab mengidentifikasi total volume mobile malware pada 2011 setidaknya berjumlah dua kali lipat dari tahun 2010.

Pertumbuhan tersebut akan didorong oleh munculnya metode baru dalam menginfeksi handphone pengguna. Contohnya, lebih dari 50 aplikasi Operation System (OS) Android berbahaya terdeteksi di Quartal 1 tahun 2011 yang diciptakan oleh penjahat dunia maya dan didistribusikan melalui Android Market. Program-program berbahaya tersebut merupakan versi kemas ulang (re-packed) dari software legal dengan komponen Trojan berbahaya ditambahkan ke dalamnya. Saat seseorang menginstal aplikasi, sebuah virus akan ikut ter-instal dan virus tersebut secara otomatis akan mendownload virus utuh.

Ancaman mobile menjadi lebih rumit dengan adanya kenyataan bahwa smartphone pribadi semakin digunakan untuk menyimpan dan mengirim informasi rahasia perusahaan. Pada saat yang sama, karyawan perusahaan cenderung mengabaikan pentingnya melindungi data yang tersimpan dalam perangkat mobile. Padahal, penggunaan internet di handphone sama berbahaya seperti menggunakan internet di personal computer (PC) atau laptop.

Sejak dua tahun lalu, Kaspersky sudah mengeluarkan antivirus khusus untuk handphone, yakni Kaspersky Mobile Security (KMS). Saat itu, antivirus ini baru support untuk windows mobile dan symbian. Akhir tahun 2010, Kaspersky mengeluarkan KMS 9 yang sudah support untuk BlackBerry dan Android.

Antivirus ini bisa mendeteksi virus yang ikut terinstal saat anda menginstal mobile application atau saat anda membuka shorten link (link yang dipendekkan). Anda mungkin sering mendapati link yang dipendekkan di social media twitter atau BlackBerry Messenger. Anda tak akan tahu link tersebut berisi virus sebelum membukanya. Saat link dibuka, virus akan mulai mendownload virus utuh. “Saat virus yang ikut ter-instal mulai mendownload virus utuh, antivirus ini akan menggagalkan pekerjaan virus tersebut dan menghapusnya,” ujar Erwin Yovitanto, Business Manager Astrindo Starvision, partner Kaspersky dalam media briefing di FPood FX Senayan, Jakarta, Selasa (21/6/2011).

Selain menjaga handphone dari serangan malware, antivirus ini juga memiliki fitur-fitur unik, seperti Sim Watch dan Mode Privacy Protection. Versi baru dari KMS ini juga mencakup penyempurnaan fitur Anti-Theft yang dapat digunakan oleh pengguna smartphone untuk memblokir perangkat jika ponsel mereka hilang atau dicuri, menghapus memori, mencarinya melalui GPS serta menerima pemberitahuan mengenai nomor baru jika SIM diganti.

“Fitur Sim Watch memungkinkan handphone anda mendeteksi sim card yang tertanam. Apabila handphone anda berpindah tangan, anda bisa mengetahuinya melalui nomor telepon lain yang anda daftarkan. Misal handphone tertinggal di kereta, lalu ada orang yang menemukan dan langsung mengganti nomornya. Handphone anda akan mengirimkan sms atau e-mail ke nomor handphone lain atau e-mail yang telah anda daftarkan. Anda juga bisa mengetahui nomor sim baru yang dipakai oleh si pencuri atau penemu handphone anda,” tambah Erwin.

Pemilik handphone bisa langsung mengetahui keberadaan handphone-nya yang tertinggal atau dicuri orang melalui Google maps. Link Google maps akan dikirimkan secara otomatis oleh handphone pengguna melalui sms ke nomor lain yang telah didaftarkan. Maka dianjurkan mendaftarkan nomor handphone orang yang berada dalam satu rumah. Pemilik handphone juga bisa menghubungi orang yang mengganti sim card. “Jadi anda bisa membuntuti pemegang handphone anda, lalu mengirimkan sms bahkan menelepon nomor barunya. Orang yang tidak tahu akan kaget dan menganggap anda dukun,” ujar Erwin sambil bercanda.

Fitur lainnya adalah Fitur Privacy Protection yang membantu pengguna untuk menyembunyikan informasi kontak apapun yang mereka ingin jaga kerahasiaannya. Daftar kontak yang rahasia dapat dibuat dari daftar kontak yang ada di SIM atau memori telepon. Dengan sentuhan tombol, pengguna KMS 9 dapat menandai kontak sebagai ‘pribadi’, yang berarti bahwa tidak akan ada jejak mereka yang muncul dalam daftar kontak, call log, SMS atau panggilan masuk. Orang lain yang menggunakan smartphone ini benar-benar tidak akan menyadari informasi yang tersembunyi.

Versi baru produk ini menyembunyikan sebagian dari kontak, seperti menyembunyikan informasi call log tentang percakapan dengan kontak tertentu, tapi membiarkan nomor terlihat dalam daftar kontak. Jika perlu, kontak yang tersembunyi dapat dilihat kembali dengan mudah dengan memasukkan password. Pengaturan yang fleksibel memungkinkan pengguna untuk menerima panggilan masuk dan pesan, setelah itu pengguna dapat menyembunyikan informasi yang diterima, mengabaikan atau menerimanya kembali setelah menyalakan modus normal. Mode Privacy Protection untuk kontak dapat diatur secara manual dengan menggunakan aplikasi interface, secara otomatis setelah periode yang ditetapkan tidak aktif atau secara jarak jauh dengan mengirimkan SMS khusus ke nomor anda sendiri.

Antivirus ini merupakan layanan berlangganan sebesar Rp.100 ribu per bulan. Free trial bisa dilakukan dengan mengakses http://kms.kaspersky.com dari handphone.

0 komentar:

Poskan Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Enterprise Project Management